JIIYA dot blogsome dot com

October 21, 2007

Harapan

Filed under: Jiiya Notes

Minggu,21 Oktober 2007  

Harapan gw hari ini….

Gw berharap tgs gw slesai n dpt nilai bagus meskipun gw yakin nilainya ga bagus soalnya masih da yang kurang. Hiks….emoticon

Gw jg berharap sakit d kaki gw cpt hilang, soalnya ga enak bgt. Jalannya jadi aneh gt… 

Gw berharap jg smoga beban2 yg da di pikiran gw bs hilang n gw bs happy lg… 

Smoga harapan gw hari ini bisa terkabul, amien…. emoticon 

Meatballs…….

Filed under: Jiiya Notes

Rabu,17 Oktober 2007  

Pikiran gw hari ini, gw kepingin makan baso yg pedee…..s bgt. Lokasi penjual basonya di Sewan deket RS.Sitanala.

Basonya gede, ga gede bgt sih tp lumayanlah. Hrga awalnya 6000 rupiah tp sejak lebaran jd 7000. Agak kcwa sih tapi gw tetep beli,abisnya enak sih… Apalagi makannya dtmenin kekasih tercinta, he..he…

Knp gw bilang enak,soalnya basonya tuh baso bgt! Ga bnyk tepungnya tp bnyk dagingnya ditambah rawon. Dah gt pakein sambel yg bnyk,ehm……rasanya MA’NYUS……………….!!!!!!!!!!!!!! 

Hard Day

Filed under: Jiiya Notes

Sabtu,20 Oktober 2007…

Hari terberat (ga berat2 amat c) bwt gw. Bnyk bgt yg gw pikirin hari ini, ada tugas rekweb yang tak kunjung selesai. Ditambah lagi malamnya gw dpt kclkaan, gw ma cwo gw jatuh dr motor. Kejadiannya di deket rawa Cipondoh, kaki gw tertiban motor agak trseret sdkit ke depan. Penyebabnya ada orang yang parkir mobil sembarangan trus itu orang malah buka pintu mobilnya gitu j ga liat2 lagi.

Alhasil motor yang gw kendarain terpental ke samping kanan dan kena motor lain yang da di belakang gw. Untungnya ga da yang luka parah, tapi kaki gw masih sakit plus biru2. Takutnya tulang keringnya patah soalnya lumayan keras juga gw kebanting.

Tapi di balik semua itu, gw bersyukur. Ternyata 4JJI masih sayang sama gw. Dia masih ngingetin gw, tentang semua dosa2 gw. Gw jg bersyukur gw ga ngalamin luka parah…

Thanks God, for Your care….. 

HAK TINGGI BAGI PENGENDARA

Filed under: Boleh Tau...

    Sepatu berhak tinggi dari sisi fashion membentuk citra seksi dan glamour, khususnya bagi wanita yang memakainya. Tetapi bagi pengendara mobil, sepatu berhak tinggi tentu menyulitkan saat menginjak pedal gas,kopling, dan rem. Sepatu tanpa hak jauh lebih nyaman saat mengendara. Bisa saja sih kita membawa 2 pasang sepatu, yang berhak dan tidak berhak, tapi kok repot amat!

    Mungkin lantaran repot itu, produsen sepatu wanita Sheila’s Wheels dari Inggris akhirnya melansir sepatu hak tinggi multifungsi bernama Sheila’s Heels. Sebuah sepatu wanita untuk pengendara, yang bisa diubah dari berhak tinggi menjadi tanpa hak, hanya dengan memencet tombolnya.

                                               

    Jacky Brown dari Sheila’s Wheels menyatakan,sepatu ini diciptakan khusus untuk wanita pengendara agar mereka tetap aman berkendara. Tetapi tetap tidak meninggalkan sisi fashion saat mereka keluar dari mobil. Dari survei yang dilakukan Sheila’s Wheels pada 754 wanita di sana,4 dari 5 wanita menggunakan sepatu yang tidak tepat untuk berkendara. Sepatu berhak model stilleto, sling-backs(tali di belakang), dan sandal bertali tidak aman, tidak cocok dan nyaman untuk berkendara.

    Bahkan, satu dari 10 wanita pernah mengalami kecelakaan karena sepatu berhak yang mereka kenakan lepas atau tersangkut pedal. Nah, dengan munculnya Sheila’s Heels,menyetir akan lebih aman dan nyaman serta glamours. emoticon

 

Taken from Intisari

RANTAI KASIH

Filed under: Kisah

    Di tengah hujan yang sedang, sebuah sedan mewah berhenti di pinggir jalan. Pengendaranya seorang wanita setengah tua berdiri di dekatnya. Di bawah payung wajahnya berkeringat karena panik. Jalanan sepi. Beberapa menit kemudian sebuah mobil pick-up tua terengah-engah melintas. Lalu berhenti persis di depannya. Dari dalam keluar seorang lelaki muda berpakaian lusuh seperti montir. "Apa yang bisa saya bantu, Bu? Nama saya Joni." Bercampur rasa takut, curiga, dan khawatir, wanita tersebut mengutarakan masalahnya. Tak lama problem teratasi. Ban belakang yang pecah sudah diganti dengan ban serep.

    "Terima kasih Nak atas pertolonganmu. Saya mesti bayar berapa sebagai balas jasa?" si wanita bertanya.

    Joni sama sekali tidak berpikir tentang uang. Niatnya tulus, menolong sesama yang membutuhkan bantuan. "Maaf Bu, sebaiknya berikan saja uang itu nanti kepada orang yang butuh pertolongan. Saat itu Ibu bisa mengingat saya." ujar Joni.

    Singkat cerita, wanita tersebut melanjutkan perjalanan. Tengah hari ia sampai di sebuah restoran kecil pinggir jalan. Meski sederhana, makanannya enak. Ia dilayani dengan sangat baik oleh seorang wanita muda yang sedang hamil tua. Dalam hatinya ia kasihan melihat pelayan tersebut masih bekerja keras dalam kondisi perut buncit. Sekelebat muncul bayangan si Joni, yang telah menolongnya. Ketika sang pelayan masuk untuk membereskan piring-piring, ia meninggalkan 5 lembar uang seratus ribuan di bangku.

    Sang pelayan terperanjat melihat uang di bangku tamunya yang telah pergi. Ia menemukan tulisan di kertas tisu. "Terimalah uang ini. Jangan berpikir kamu berutang budi padaku. Aku juga pernah ditolong orang, sama seperti yang kulakukan ini. Pesanku, jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu."

    Malam harinya si pelayan tidak bisa tidur. Ia teringat tulisan tamunya. Bagaimana wanita itu bisa tahu kebutuhan hidupku? Ia sadar tiap hari suaminya kerja keras mencari uang guna biaya persalinan bulan depan. Pemberian tamu wanita tadi siang meringankan bebannya. Ia lalu mencium kening sang Suami yang tidur di sampingnya, "Mas Joni, jangan khawatir lagi. Semuanya akan beres."

 

Taken from Intisari






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham