KESEMPATAN DAN KEBERUNTUNGAN
Sudah lama Dina nganggur. Puluhan lamaran telah disebar, belasan kali menjalani tes namun belum juga mendapat pekerjaan. Dalam ketidakpastian ia nyaris putus asa, sampai suatu hari tergerak lagi saat mendengar ada lowongan posisi operator telegraf pada perusahaan telekomunikasi. Meski belum pernah mengoperasikan mesin telegraf, tetapi sewaktu kecil ia diajari kode Morse oleh ayahnya.
Alangkah kagetnya Dina menjumpai kantor itu sudah penuh pelamar. Tak ada orang di meja resepsionis, kecuali kertas pengumuman yang mengharuskan para pelamar mengisi formulir yang tersedia, lantas diminta menunggu perintah selanjutnya. Lewat celah pintu ruangan direktur yang terbuka separuh, bunyi mesin telegraf tit… tit… tit… tit… terdengar dengan jelas.
Setelah mengisi formulir, Dina menunggu. Hatinya gelisah, ia ragu menghadapi pesaing begitu banyak. Dengan usia rata-rata lebih tua darinya, pasti mereka lebih berpengalaman. Ia bulatkan tekad, lalu melangkah masuk ke ruang direktur. Beberapa saat kemudian, Dina keluar ruangan dengan wajah berseri-seri diikuti direktur itu. Kepada para pelamar yang masih menunggu, direktur berkata, "Terima kasih atas partisipasi Anda sekalian. Saya telah menerima salah seorang di antara Anda menjadi pegawai. Silakan yang lain pulang." Pernyataan itu segera menimbulkan kegaduhan.
"Kami semua menunggu di sini sejak pagi. Belum satu pun dipanggil wawancara. Bagaimana Bapak bisa langsung menerima lamaran gadis yang baru datang dan menyerobot masuk tanpa permisi kepada kami?"
"Ketahuilah Bapak dan Ibu sekalian. Selama Anda menunggu di sini, sesungguhnya mesin telegraf itu sudah berulang kali menyiarkan pengumuman kepada Anda semua… Apabila Anda memahami pesan ini, silakan masuk ke ruang kantor.. Anda akan menerima pekerjaan ini."
Kesempatan ada di mana-mana. Penting bagi kita selalu waspada atas apa saja yang terjadi di sekitar kita. Ini persis seperti pernyataan pengarang Inggris abad ke-18, Sir Arthur Helps, penulis drama King Henry the Second. Keberuntungan tak selalu melayang rendah sehingga mudah ditangkap. Begitu pula kesempatan baik tak akan datang dengan cara yang kita inginkan.
Taken from Intisari
