JIIYA dot blogsome dot com

October 21, 2007

HAK TINGGI BAGI PENGENDARA

Filed under: Boleh Tau...

    Sepatu berhak tinggi dari sisi fashion membentuk citra seksi dan glamour, khususnya bagi wanita yang memakainya. Tetapi bagi pengendara mobil, sepatu berhak tinggi tentu menyulitkan saat menginjak pedal gas,kopling, dan rem. Sepatu tanpa hak jauh lebih nyaman saat mengendara. Bisa saja sih kita membawa 2 pasang sepatu, yang berhak dan tidak berhak, tapi kok repot amat!

    Mungkin lantaran repot itu, produsen sepatu wanita Sheila’s Wheels dari Inggris akhirnya melansir sepatu hak tinggi multifungsi bernama Sheila’s Heels. Sebuah sepatu wanita untuk pengendara, yang bisa diubah dari berhak tinggi menjadi tanpa hak, hanya dengan memencet tombolnya.

                                               

    Jacky Brown dari Sheila’s Wheels menyatakan,sepatu ini diciptakan khusus untuk wanita pengendara agar mereka tetap aman berkendara. Tetapi tetap tidak meninggalkan sisi fashion saat mereka keluar dari mobil. Dari survei yang dilakukan Sheila’s Wheels pada 754 wanita di sana,4 dari 5 wanita menggunakan sepatu yang tidak tepat untuk berkendara. Sepatu berhak model stilleto, sling-backs(tali di belakang), dan sandal bertali tidak aman, tidak cocok dan nyaman untuk berkendara.

    Bahkan, satu dari 10 wanita pernah mengalami kecelakaan karena sepatu berhak yang mereka kenakan lepas atau tersangkut pedal. Nah, dengan munculnya Sheila’s Heels,menyetir akan lebih aman dan nyaman serta glamours. emoticon

 

Taken from Intisari

TATO, OBOR MENUJU ALAM KEABADIAN

Filed under: Boleh Tau...

    Tato, meskipun hasil peradaban kuno yang mendunia, asal-usul tato sendiri tak diketahui hingga kini. Ada yang mengatakan tato sudah ada di Mesir sebelum tahun 1300 SM. Praktek pembuatan tato juga ditemukan pada bekas kuburan di Siberia, berasal dari tahun 300 SM. Ketika Julius Caesar menyerbu Inggris pada 54 SM, ia juga menyebutkan bahwa penduduk asli di sana bertato.

                                                        

    Dari segi istilah, tato diambil dari bahasa Tahiti tatu yang berarti "untuk menandai sesuatu". Kata ini kemudian diserap ke bahasa Inggris menjadi tattoo-seperti tercatat pertama kali pada ekspedisi James Cook tahun 1769.

    Pemakaian tato dilakukan di hampir seluruh penjuru dunia sejak dulu. Sebagian dari mereka menganggap tato sebagai kekuatan magis, penangkal penyakit atau nasib sial, lainnya sebagai penunjuk identitas, anggota suatu kelompok, derajat dan status sosial pemakainya. Bagi sebagian masyarakat Dayak, tato bisa merupakan "obor" dalam perjalanan menuju alam keabadian setelah kematian.

    Dalam sejarahnya, tato mengalami pasang surut. Berawal dari sebuah fenomena budaya masyarakat tradisional yang berkaitan dengan adat dan ritual, kini tato menjadi budaya pop yang trendi. Di Eropa sendiri, tato pernah diharamkan saat agama Kristen datang. Namun, seiring perjalanan waktu, pembuatan tato diperbolehkan lagi ketika demam eksplorasi melanda Eropa dan mereka mulai berhubungan dengan orang-orang Indian serta orang Polinesia pada sekitar abad ke-18 dan 19. Namun saat itu pemakai tato di Eropa dan Amerika hanya terbatas pada para pelaku kriminal, para pedagang, anggota tentara (terutama yang bertugas di luar negeri), atau orang-orang di pertunjukan pasar malam atau sirkus.

    Di Indonesia pun reputasi tato pernah buruk pada tahun 1980-an, ketika korban penembakan misterius dihubungkan dengan para pelaku kejahatan yang umumnya bertato. Tato dan kriminalitas memang berdekatan. Pada abad ke-19 misalnya, narapidana AS yang telah bebas, tentara Inggris yang desersi, serta para tahanan di penjara Siberia, semuanya ditandai dengan tato. Demikian juga para tawanan di kamp. konsentrasi Nazi.

    Baru pada penghujung abad ke-19, tato mulai sedikit digemari, baik oleh pria maupun wanita di kalangan atas masyarakat Inggris. Namun akibat efek negatifnya terhadap kesehatan, tato pernah menimbulkan malapetaka seperti kanker kulit. Tak heran,pemerintah New York pada tahun 1961 pernah melarang pembuatan tato, karena peralatan yang tercemar menyebarluaskan penyakit hepatitis.

    Sebelum jarum logam ditemukan, dulu pembuatan tato dilakukan dengan alat penusuk berupa duri atau tulang yang diruncingkan, menggunakan pewarna alami, seperti damar, daun, air tebu, lemak hewan dan sebagainya. Di era modern, pembuatan tato dengan listrik, pertama kali dilakukan di AS yang kemudian dipatenkan pada 1891. AS pun tak ayal lalu menjadi pusat rancang tato yang berpengaruh.

    Indonesia pun tak kalah dengan teknologi itu, pada tahun 1970, orang Indonesia bernama Peser menciptakan mesin tato listrik sederhana yang prinsip kerjanya seperti bel listrik. Medan magnet yang timbul dari 2 kumparan yang dialiri listrik dimanfaatkan untuk menggerakkan jarum dengan kecepatan tinggi. Jarum inilah yang membuat jalan masuk zat pewarna ke dalam kulit.

 

Taken from Intisari

TERSAMBAR PETIR

Filed under: Boleh Tau...

    Tahukah kamu tempat aman selain rumah untuk berlindung ketika ada petir dan badai adalah mobil?!

                     

    Kenapa, karena mobil terbungkus oleh bahan logam (campuran alumunium). Ketika mobil tersambar petir, muatan listrik dari petir akan diterima oleh bahan logam ini lalu disebarkan ke seluruh permukaannya. Jika ada jalan ke bumi, muatan ini akan mengalir ke bumi. Orang yang ada di dalam mobil akan aman-aman saja.

Empat Abad Berlalu Tanpa Paku

Filed under: Boleh Tau...

    Sukses melalui beberapa kali restorasi, tanpa berubah bentuk dan bahannya sama sekali, jadilah jembatan Houkeng di kabupaten Qingyuan, prov.Zhejiang, Cina Timur, monumen yang tetap lestari ini yang lantas mendorong pihak UNESCO untuk memberikan anugerah kepada penduduk desa setempat.

    Jembatan buatan tahun 1671 ini disusun atas belahan batang kayu lokal yang cukup keras, tanpa menggunakan satu pun paku. Sepenuhnya mengandalkan jepitan dan kekuatan yang saling mengikat seperti halnya mebel kuno Cina. Nyatanya, teknologi 4 abad lalu itu tetap bertahan sampai kini. Hebatnya, jembatan Houkeng bukan satu-satunya di wilayah itu, masih ada 12 jembatan lain yang kira-kira sama tuanya. Luar biasa!!!

 

Taken from Intisari

Stress Ternyata Bisa Juga Bermanfaat Lho!!

Filed under: Boleh Tau...

Ribuan info tersebar mengenai dampak negatif stress. Tapi tahukah Anda ternyata stress juga punya banyak manfaat lho. Ini dia!

Stress seringkali berakibat negatif. Kehilangan rasa senang dan bahagia, kehilangan semangat dan kreativitas adalah salah satu dampak dari stres.
Stress juga dapat mempengaruhi perasaan kita, mood jadi jelek dan depresi.

Ketika seseorang menjadi depresi, secara otomatis ia akan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Maka stress juga mempengaruhi hubungan sosial seseorang.

Di bidang kesehatan, stress dapat menyerang sistem pertahanan tubuh. Tubuh menjadi lemah dan mudah terserang penyakit. Tapi apabila kita coba melihat dari sisi yang berbeda, ternyata stress juga memiliki dampak yang baik.

Misalnya, stress dapat menaikkan kreativitas Anda. Pada saat stress, biasanya ide-ide yang tidak terpikir dalam kondisi stabil akan bermunculan. Stress juga membuat produktivitas kita bertambah, kerja dalam tekanan, seperti deadline misalnya, akan "memaksa" produktivitas kita jadi tinggi.

Dalam segi kesehatan, stress yang positif bahkan bisa membuat sistem kekebalan tubuh bertambah dan berfungsi optimal. Sehingga ketika Anda dikelilingi orang-orang yang sakit, penyakit tersebut tidak akan menular.

Namun stress akan menjadi negatif, ketika Anda menyikapinya dengan hal yang negatif. Ketika Anda menyikapinya dengan hal yang positif, mengatur stress secara seimbang dan benar, maka efek yang ditimbulkan pun akan baik. Saat tanda-tanda stress negatif datang, maka sebaiknya turuti kemauan tubuh Anda, untuk beristirahat dan menenangkan pikiran sejenak.

 

Taken from detik.com






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham